6. Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman Online Ilegal

Kini, ada beberapa perusahaan pinjaman online ilegal yang dengan sengaja memeras korban dengan bunga tinggi. Bahkan, beberapa korban pinjaman online tidak berizin dari OJK ini mengalami tekanan mental hingga memutuskan untuk bunuh diri.

Karena, denda yang diberlakukan oleh aplikasi pinjol ilegal ini mencapai Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 per hari. Maka tidak heran jika dengan yang dibebankan kepada nasabah bisa saja melebihi nilai pinjaman. Agar tidak menjadi korban pinjaman berbasis online yang tak berizin OJK, maka ketahui ciri-cirinya terlebih dahulu.

Sebab, tampilan aplikasi dari pinjol ilegal ini sangat menipu nasabah. Mereka memasang logo OJK dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah dengan tenor panjang. Akan tetapi, setelah proses verifikasi selesai, para nasabah mengaku kecewa dan merasa dijebak.

Ciri-ciri dari Pinjaman Online Ilegal dan Tidak Berizin OJK

Sebagai nasabah, Kamu harus jeli untuk memilih aplikasi pinjaman online atau pinjol. Sebab, masih banyak perusahaan fintech yang tidak berizin atau berlisensi OJK. Mereka memberikan pinjaman yang tidak sesuai aturan OJK.

Sehingga sangat merugikan nasabah. Ada beberapa ciri-ciri dari perusahaan pinjaman online yang tidak memiliki izin legalitas dari OJK atau dapat dikatakan illegal seperti di bawah ini.

  1. Tidak Terdaftar di Situs Resmi OJK

Ciri pertama, aplikasi tersebut tentu tidak dapat Kamu temukan di situs resmi OJK. Meskipun pada logo aplikasi menyertakan lambing dari OJK, namun bisa saja perusahaan tersebut bertujuan untuk menipu nasabah.

 

Jadi, cek langsung ke situs resmi OJK dan cari nama aplikasi tersebut. Jika Kamu tidak menemukannya, maka dapat dipastikan jika aplikasi tersebut masuk dalam kategori pinjol ilegal.

Baca Juga  Aplikasi Sadap Wa yang bisa Disembunyikan

 

  1. Bunga Tinggi dengan Tenor Pelunasan Cepat

Ciri kedua, pinjol ilegal ini membebankan biaya bunga yang cukup mencekik. Seperti contoh, nasabah meminjam Rp. 1.000.000. Kemudian, dipotong bea admin sebesar Rp. 300.000.

 

Namun, dalam jangka waktu 7 hari ini nasabah wajib mengembalikan pinjaman sebesar Rp. 1.200.000. Jadi, mengajukan pinjaman ke pinjol ilegal ini sangat tidak disarankan bagi siapapun.

Agar tidak menjadi korban pinjaman online, maka Kamu wajib tahu apakah perusahaan tersebut masuk ke dalam fintech legal atau ilegal. Pasalnya, mengajukan pinjaman ke fintech ilegal ini sangat beresiko.

Selain potongan dan bunga pinjaman yang cukup besar, data pribadi pengajuan pinjaman online ilegal bisa saja disebar ke kontak tanpa izin terlebih dahulu dari para nasabah.

 

Check Also

12. Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK

Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK

Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK Banyak perusahaan penyedia jasa peminjaman dana berbasis Aplikasi …